You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Sabtu, 01 September 2012

Tanda Husnul Khatimah




Bismillahirrahmaanirrahiim,

Meninggalkan dunia yang fana ini
dalam kondisi husnul khatimah
merupakan dambaan setiap
insan yang beriman, karena hal
itu sebagai Bisyarah, kabar
gembira dengan kebaikan
untuknya. Al-Imam Al-Albani
rahimahullahu menyebutkan
beberapa tanda husnul khatimah
dalam kitabnya yang sangat
senilai Ahkamul Jana `iz wa
Bida'uha.
Berikut ini kami nukilkan secara
singkat untuk pembaca yang
mulia, disertai harapan dan doa
kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala agar kita termasuk
orang-orang yang mendapatkan
husnul khatimah dengan
prioritas dan kemurahan dari-
Nya. Aamiin

~ PERTAMA: Mengucapkan Syahadat
Ketika Akan Meninggal

dengan dalil hadits Mu'adz bin
Jabal radhiyallahu 'anhu, ia
menyampaikan dari
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Siapa yang akhir ucapannya
adalah kalimat 'La ilaaha
illallah 'ia akan masuk
surga. "(HR. Al-Hakim dan
selainnya dengan sanad yang
hasan) * 1

~ KEDUA: Meninggal Dengan
Keringat di Dahi.

Buraidah ibnul
Hushaib radhiyallahu 'anhu
ketika berada di Khurasan
menjenguk saudaranya yang
sedang sakit. Didapatkannya
saudaranya ini menjelang ajalnya
dalam kondisi berkeringat di
dahinya. Ia pun berkata, "Allahu
Akbar! Aku pernah mendengar
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
"Meninggalnya seorang
mukmin dengan keringat di
dahi. "(HR. Ahmad, An-Nasa` i,
dll. Sanad An-Nasa `i shahih di
syarat Al-Bukhari)

~ KETIGA: Meninggal Pada Malam
atau Siang Hari Jum'at

dengan
dalil hadits Abdullah bin 'Amr
radhiyallahu 'anhuma, beliau
menyebutkan sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Tidak ada seorang muslimpun
yang meninggal pada hari
Jum'at atau malam Jum'at,
kecuali Allah akan menjaganya
dari fitnah kubur. "(HR. Ahmad,
At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki
syahid dari hadits Anas, Jabir bin
Abdillah dan selain keduanya,
maka hadits ini dengan seluruh
jalannya hasan atau shahih)

~ KEEMPAT: Syahid di Medan
Perang

Allah Subhanahu wa
Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mengira
bahwa orang-orang yang gugur
di jalan Allah itu mati bahkan
mereka hidup di sisi Rabb mereka
dengan mendapatkan rizki.
Mereka dalam kondisi gembira
karena karunia Allah yang
diberikan-Nya kepada mereka
dan mereka beriang hati
terhadap orang-orang yang
masih tinggal di belakang
mereka (yang masih berjihad di
jalan Allah) yang belum
menyusul mereka. Ketahuilah
tidak ada kekhawatiran atas
mereka dan tidak pula mereka
bersedih hati. Mereka bergembira
dengan nikmat dan karunia yang
besar dari Allah dan Allah tidak
akan menyia-nyiakan pahala
orang-orang yang beriman. "
(Ali Imran: 169-171)
Dalam hal ini ada beberapa
hadits:
1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda:
"Bagi orang syahid di sisi Allah
ia memperoleh enam hal, yaitu
diampuni
dosanya pada awal mengalirnya
darahnya, diperlihatkan tempat
duduknya di surga, dilindungi
dari adzab kubur, aman dari
kengerian yang besar (Hari
Kiamat), dipakaikan perhiasan
iman, dinikahkan dengan Hurun
'In (bidadari surga), dan
diperkenankan memberi syafa'at
kepada tujuh puluh orang dari
kalangan kerabatnya. "(HR. At-
Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad
dengan sanad yang shahih)
2. Salah seorang sahabat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengabarkan: Ada orang
yang bertanya, "Wahai
Rasulullah, kenapa kaum
mukminin mendapatkan fitnah
(Ditanya) dalam kubur mereka
kecuali orang yang mati
syahid? "Beliau Shallallahu
'Alaihi wa sallam menjawab:
"Cukuplah kilatan pedang di
atas kepalanya sebagai fitnah
(Tes). "(HR. An-Nasa` i dengan
sanad yang shahih)

~ KELIMA: Meninggal di Jalan Allah
SWT

Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu
menyampaikan sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Siapa yang terhitung syahid
menurut anggapan kalian? "
Mereka menjawab, "Wahai
Rasulullah, siapa yang terbunuh
di jalan Allah maka ia syahid. "
Beliau menanggapi, "Kalau
begitu, syuhada 'dari kalangan
umatku hanya sedikit. "" Kapan
demikian, siapakah mereka yang
dikatakan mati syahid, wahai
Rasulullah? "Tanya para
sahabat. Beliau menjawab,
"Siapa yang terbunuh di jalan
Allah maka ia syahid, siapa yang
meninggal di jalan Allah maka ia
syahid, siapa yang meninggal
karena penyakit tha'un2 maka
ia syahid, siapa yang meninggal
karena penyakit
perut maka ia syahid, dan siapa
yang tenggelam ia syahid. "(HR.
Muslim)

~ KEENAM: Meninggal Karena
Penyakit tha'un

Selain
disebutkan dalam hadits di atas
juga ada hadits dari Anas bin
Malik radhiyallahu 'anhu, ia
berkata, "Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa sallam bersabda:
"Tha'un adalah syahadat untuk
setiap muslim. "(HR. Al-Bukhari
dan Muslim)
'Aisyah radhiyallahu' anha
pernah bertanya kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tentang tha'un, maka
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengabarkan kepadanya:
"Tha'un itu adalah adzab
yang Allah kirimkan kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Maka
Allah jadikan tha'un itu sebagai
rahmat bagi kaum mukminin.
Siapa di antara hamba (muslim)
yang terjadi wabah tha'un di
tempatnya berada lalu ia tetap
tinggal di negerinya tersebut
dalam kondisi bersabar, dalam
kondisi ia mengetahui tidak ada
sesuatu yang menimpanya
melainkan karena Allah telah
mengatur baginya, maka
orang seperti ini tidak ada yang
patut diterimanya kecuali
mendapatkan semisal pahala
syahid. "(HR. Al-Bukhari)

~ KETUJUH: Meninggal Karena
Penyakit Perut, Karena
Tenggelam, dan Tertimpa
Reruntuhan

berdasarkan sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Syuhada 'itu ada lima, yaitu
orang yang meninggal karena
penyakit tha'un, orang yang
meninggal karena penyakit
perut, orang yang mati
tenggelam, orang yang
meninggal karena tertimpa
reruntuhan, dan orang yang
gugur di jalan Allah. "(HR. Al-
Bukhari dan Muslim dari hadits
Abu Hurairah radhiyallahu
'Anhu)

~ KEDELAPAN: Meninggalnya
Seorang Ibu Dengan Anak yang
Masih Dalam Intinya

berdasarkan hadits Ubadah
ibnush Shamit radhiyallahu
'Anhu. Ia mengabarkan bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam menyebutkan beberapa
syuhada 'dari umatnya di
antaranya:
"Wanita yang meninggal karena
anaknya yang masih dalam
isinya adalah mati
syahid, anaknya akan menariknya
dengan tali pusarnya ke
surga. "(HR. Ahmad, Ad-Darimi,
dan Ath-Thayalisi dan sanadnya
shahih)

~ KESEMBILAN: Meninggal Dalam
Kondisi Berjaga-jaga (ribath) Fi
Sabilillah

Salman Al-Farisi
radhiyallahu 'anhu
menyebutkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Berjaga-jaga (di jalan Allah)
sehari dan semalam lebih baik
dari puasa sebulan dan
shalat sebulan. Bila ia meninggal,
amalnya yang biasa ia lakukan
ketika masih hidup terus
dianggap bertahan dan
diberikan rizkinya serta aman
dari fitnah (pertanyaan kubur)
. "(HR. Muslim)

~ KESEPULUH: Meninggal Dalam
Kondisi Beramal
Shalih

Hudzaifah radhiyallahu
'Anhu menyampaikan sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Siapa yang mengucapkan 'La
ilaaha illallah 'karena
mengharapkan wajah Allah yang
ia menutup hidupnya dengan
amal tersebut maka ia masuk
surga. Siapa yang berpuasa
sehari karena mengharapkan
wajah Allah yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut
maka ia masuk surga. Siapa yang
bersedekah dengan satu sedekah
karena mengharapkan wajah
Allah yang ia menutup hidupnya
dengan amal tersebut maka ia
masuk surga. "(HR. Ahmad,
sanadnya shahih)

~ KESEBELAS: Meninggal Karena
Mempertahankan Hartanya yang
Ingin dirampas orang Lain.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
"Siapa yang terbunuh karena
mempertahankan hartanya maka
ia syahid. "(HR. Al-Bukhari dan
Muslim dari Abdullah bin 'Amr
radhiyallahu 'anhuma)
Abu Hurairah radhiyallahu
'Anhu berkata: Datang
seseorang kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam, ia berkata, "Wahai
Rasulullah, apa pendapatmu bila
datang seseorang ingin
mengambil hartaku? "Beliau
menjawab, "Jangan engkau
berikan hartamu. "Ia bertanya
lagi, "Apa pendapatmu jika
orang itu menyerangku? "
"Engkau melawannya," jawab
beliau. "Apa pendapatmu bila ia
berhasil membunuhku? "tanya
orang itu lagi. Beliau menjawab,
"Kalau begitu engkau syahid."
"Apa pendapatmu jika aku yang
membunuhnya? "tanya orang
tersebut. "Ia di neraka," jawab
beliau. (HR. Muslim)

~ KEDUABELAS: Meninggal Karena
Membela Agama dan
Mempertahankan Jiwa / Membela
Diri

Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa sallam pernah
bersabda:
"Siapa yang meninggal karena
mempertahankan hartanya maka
ia syahid, siapa yang meninggal
karena membela keluarganya
maka ia syahid, siapa yang
meninggal karena membela
agamanya maka ia syahid, dan
siapa yang meninggal karena
mempertahankan darahnya
maka ia syahid. "(HR. Abu
Dawud, An-Nasa `i, dan At
Tirmidzi dari Sa'id bin Zaid
radhiyallahu 'anhu dan
sanadnya shahih)

Wallahu ta'ala a'lam bish-
shawab.

* 1 penghukuman hadits ini dari
Asy-Syaikh Al-Albani
rahimahullahu dalam kitab yang
sama.
* 2 Satu pendapat menyebutkan
bahwa tha'un adalah luka-luka
seperti
bisul bernanah yang biasa
muncul di siku, ketiak, tangan,
jari-jari dan seluruh tubuh,
disertai dengan bengkak serta
sakit yang sangat. Luka-luka itu
out disertai rasa panas dan
menghitam daerah sekitarnya,
atau hijau ataupun
memerah dengan merah
lembayung (ungu) yang suram.
Penyakit ini membuat jantung
berdebar-debar dan memicu
muntah. (Lihat Al-Minhaj Syarhu
Shahih Muslim, 14/425)

http://www.asysyariah.com

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KESALAHAN PENULISAN AMIN DAN SALAM




Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi 

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

HINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!

Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata ...

''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.

Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...
Karena arti dari kata tersebut adalah 

Bismillah..

Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.

*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.

*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.

*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.

*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.

*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.

INGAT !!! 
ASS = (maaf)  PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU 

Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum

Semoga bermanfaat

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 Pelanggaran dalam Pacaran, Lebih Baik Ta'aruf




 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah, Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak. `* • Yaa Rabbi • * '¯) Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berpikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum ღ Amiin ya Rabbal'alamin. Pernah kami bahas masalah hukum pacaran. Untuk menguatkan artikel sebelumnya, berikut kami rinci beberapa pelanggaran pacaran dan materi ini .. pelanggaran dalam pacaran adalah: 

1. Melakukan berbagai hal antisipasi zina. 
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berduaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina.Allah Ta'ala berfirman, ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. "(QS. Al Isro ': 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai antisipasi zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat. "Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan," Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai antisipasi dan perantara menuju zina. " 

2.Berduaan dengan lawan jenis. 
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri.Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau bisa jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook.Banyak kejadian yang berawal dari berduaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berduaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ألا لا يخلون رجل بامرأة لا تحل له, فإن ثالثهما الشيطان, إلا محرم "Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lainnya) 

3. Tidak menundukkan pandangan. 
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina.Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Sisa memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah, سألت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - عن نظر الفجاءة فأمرنى أن أصرف بصرى. "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja) .Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku. "(HR. Muslim no. 5770).

 4. Tidak menjaga aurat.Ini pun jelas ada dalam pacaran. 
Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala, يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "(QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada? 

5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
 Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal. Dari Abdulloh bin 'Amr, "Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat." (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari'ah )Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda," Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita. "(HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy) Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda, كتب على ابن آدم نصيبه من الزنى مدرك ذلك لا محالة فالعينان زناهما النظر والأذنان زناهما الاستماع واللسان زناه الكلام واليد زناها البطش والرجل زناها الخطا والقلب يهوى ويتمنى ويصدق ذلك الفرج ويكذبه "Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak.Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. "(HR. Muslim no. 6925) Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, "Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 10/326) 

So ... stop pacaran! Tempuh jalan yang halal. Cukup ta'aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat, lebih baik!Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tanda Husnul Khatimah




Bismillahirrahmaanirrahiim,

Meninggalkan dunia yang fana ini
dalam kondisi husnul khatimah
merupakan dambaan setiap
insan yang beriman, karena hal
itu sebagai Bisyarah, kabar
gembira dengan kebaikan
untuknya. Al-Imam Al-Albani
rahimahullahu menyebutkan
beberapa tanda husnul khatimah
dalam kitabnya yang sangat
senilai Ahkamul Jana `iz wa
Bida'uha.
Berikut ini kami nukilkan secara
singkat untuk pembaca yang
mulia, disertai harapan dan doa
kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala agar kita termasuk
orang-orang yang mendapatkan
husnul khatimah dengan
prioritas dan kemurahan dari-
Nya. Aamiin

~ PERTAMA: Mengucapkan Syahadat
Ketika Akan Meninggal

dengan dalil hadits Mu'adz bin
Jabal radhiyallahu 'anhu, ia
menyampaikan dari
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Siapa yang akhir ucapannya
adalah kalimat 'La ilaaha
illallah 'ia akan masuk
surga. "(HR. Al-Hakim dan
selainnya dengan sanad yang
hasan) * 1

~ KEDUA: Meninggal Dengan
Keringat di Dahi.

Buraidah ibnul
Hushaib radhiyallahu 'anhu
ketika berada di Khurasan
menjenguk saudaranya yang
sedang sakit. Didapatkannya
saudaranya ini menjelang ajalnya
dalam kondisi berkeringat di
dahinya. Ia pun berkata, "Allahu
Akbar! Aku pernah mendengar
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
"Meninggalnya seorang
mukmin dengan keringat di
dahi. "(HR. Ahmad, An-Nasa` i,
dll. Sanad An-Nasa `i shahih di
syarat Al-Bukhari)

~ KETIGA: Meninggal Pada Malam
atau Siang Hari Jum'at

dengan
dalil hadits Abdullah bin 'Amr
radhiyallahu 'anhuma, beliau
menyebutkan sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Tidak ada seorang muslimpun
yang meninggal pada hari
Jum'at atau malam Jum'at,
kecuali Allah akan menjaganya
dari fitnah kubur. "(HR. Ahmad,
At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki
syahid dari hadits Anas, Jabir bin
Abdillah dan selain keduanya,
maka hadits ini dengan seluruh
jalannya hasan atau shahih)

~ KEEMPAT: Syahid di Medan
Perang

Allah Subhanahu wa
Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mengira
bahwa orang-orang yang gugur
di jalan Allah itu mati bahkan
mereka hidup di sisi Rabb mereka
dengan mendapatkan rizki.
Mereka dalam kondisi gembira
karena karunia Allah yang
diberikan-Nya kepada mereka
dan mereka beriang hati
terhadap orang-orang yang
masih tinggal di belakang
mereka (yang masih berjihad di
jalan Allah) yang belum
menyusul mereka. Ketahuilah
tidak ada kekhawatiran atas
mereka dan tidak pula mereka
bersedih hati. Mereka bergembira
dengan nikmat dan karunia yang
besar dari Allah dan Allah tidak
akan menyia-nyiakan pahala
orang-orang yang beriman. "
(Ali Imran: 169-171)
Dalam hal ini ada beberapa
hadits:
1. Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda:
"Bagi orang syahid di sisi Allah
ia memperoleh enam hal, yaitu
diampuni
dosanya pada awal mengalirnya
darahnya, diperlihatkan tempat
duduknya di surga, dilindungi
dari adzab kubur, aman dari
kengerian yang besar (Hari
Kiamat), dipakaikan perhiasan
iman, dinikahkan dengan Hurun
'In (bidadari surga), dan
diperkenankan memberi syafa'at
kepada tujuh puluh orang dari
kalangan kerabatnya. "(HR. At-
Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad
dengan sanad yang shahih)
2. Salah seorang sahabat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengabarkan: Ada orang
yang bertanya, "Wahai
Rasulullah, kenapa kaum
mukminin mendapatkan fitnah
(Ditanya) dalam kubur mereka
kecuali orang yang mati
syahid? "Beliau Shallallahu
'Alaihi wa sallam menjawab:
"Cukuplah kilatan pedang di
atas kepalanya sebagai fitnah
(Tes). "(HR. An-Nasa` i dengan
sanad yang shahih)

~ KELIMA: Meninggal di Jalan Allah
SWT

Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu
menyampaikan sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Siapa yang terhitung syahid
menurut anggapan kalian? "
Mereka menjawab, "Wahai
Rasulullah, siapa yang terbunuh
di jalan Allah maka ia syahid. "
Beliau menanggapi, "Kalau
begitu, syuhada 'dari kalangan
umatku hanya sedikit. "" Kapan
demikian, siapakah mereka yang
dikatakan mati syahid, wahai
Rasulullah? "Tanya para
sahabat. Beliau menjawab,
"Siapa yang terbunuh di jalan
Allah maka ia syahid, siapa yang
meninggal di jalan Allah maka ia
syahid, siapa yang meninggal
karena penyakit tha'un2 maka
ia syahid, siapa yang meninggal
karena penyakit
perut maka ia syahid, dan siapa
yang tenggelam ia syahid. "(HR.
Muslim)

~ KEENAM: Meninggal Karena
Penyakit tha'un

Selain
disebutkan dalam hadits di atas
juga ada hadits dari Anas bin
Malik radhiyallahu 'anhu, ia
berkata, "Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa sallam bersabda:
"Tha'un adalah syahadat untuk
setiap muslim. "(HR. Al-Bukhari
dan Muslim)
'Aisyah radhiyallahu' anha
pernah bertanya kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam tentang tha'un, maka
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam mengabarkan kepadanya:
"Tha'un itu adalah adzab
yang Allah kirimkan kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Maka
Allah jadikan tha'un itu sebagai
rahmat bagi kaum mukminin.
Siapa di antara hamba (muslim)
yang terjadi wabah tha'un di
tempatnya berada lalu ia tetap
tinggal di negerinya tersebut
dalam kondisi bersabar, dalam
kondisi ia mengetahui tidak ada
sesuatu yang menimpanya
melainkan karena Allah telah
mengatur baginya, maka
orang seperti ini tidak ada yang
patut diterimanya kecuali
mendapatkan semisal pahala
syahid. "(HR. Al-Bukhari)

~ KETUJUH: Meninggal Karena
Penyakit Perut, Karena
Tenggelam, dan Tertimpa
Reruntuhan

berdasarkan sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Syuhada 'itu ada lima, yaitu
orang yang meninggal karena
penyakit tha'un, orang yang
meninggal karena penyakit
perut, orang yang mati
tenggelam, orang yang
meninggal karena tertimpa
reruntuhan, dan orang yang
gugur di jalan Allah. "(HR. Al-
Bukhari dan Muslim dari hadits
Abu Hurairah radhiyallahu
'Anhu)

~ KEDELAPAN: Meninggalnya
Seorang Ibu Dengan Anak yang
Masih Dalam Intinya

berdasarkan hadits Ubadah
ibnush Shamit radhiyallahu
'Anhu. Ia mengabarkan bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam menyebutkan beberapa
syuhada 'dari umatnya di
antaranya:
"Wanita yang meninggal karena
anaknya yang masih dalam
isinya adalah mati
syahid, anaknya akan menariknya
dengan tali pusarnya ke
surga. "(HR. Ahmad, Ad-Darimi,
dan Ath-Thayalisi dan sanadnya
shahih)

~ KESEMBILAN: Meninggal Dalam
Kondisi Berjaga-jaga (ribath) Fi
Sabilillah

Salman Al-Farisi
radhiyallahu 'anhu
menyebutkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam:
"Berjaga-jaga (di jalan Allah)
sehari dan semalam lebih baik
dari puasa sebulan dan
shalat sebulan. Bila ia meninggal,
amalnya yang biasa ia lakukan
ketika masih hidup terus
dianggap bertahan dan
diberikan rizkinya serta aman
dari fitnah (pertanyaan kubur)
. "(HR. Muslim)

~ KESEPULUH: Meninggal Dalam
Kondisi Beramal
Shalih

Hudzaifah radhiyallahu
'Anhu menyampaikan sabda
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Siapa yang mengucapkan 'La
ilaaha illallah 'karena
mengharapkan wajah Allah yang
ia menutup hidupnya dengan
amal tersebut maka ia masuk
surga. Siapa yang berpuasa
sehari karena mengharapkan
wajah Allah yang ia menutup
hidupnya dengan amal tersebut
maka ia masuk surga. Siapa yang
bersedekah dengan satu sedekah
karena mengharapkan wajah
Allah yang ia menutup hidupnya
dengan amal tersebut maka ia
masuk surga. "(HR. Ahmad,
sanadnya shahih)

~ KESEBELAS: Meninggal Karena
Mempertahankan Hartanya yang
Ingin dirampas orang Lain.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
"Siapa yang terbunuh karena
mempertahankan hartanya maka
ia syahid. "(HR. Al-Bukhari dan
Muslim dari Abdullah bin 'Amr
radhiyallahu 'anhuma)
Abu Hurairah radhiyallahu
'Anhu berkata: Datang
seseorang kepada
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam, ia berkata, "Wahai
Rasulullah, apa pendapatmu bila
datang seseorang ingin
mengambil hartaku? "Beliau
menjawab, "Jangan engkau
berikan hartamu. "Ia bertanya
lagi, "Apa pendapatmu jika
orang itu menyerangku? "
"Engkau melawannya," jawab
beliau. "Apa pendapatmu bila ia
berhasil membunuhku? "tanya
orang itu lagi. Beliau menjawab,
"Kalau begitu engkau syahid."
"Apa pendapatmu jika aku yang
membunuhnya? "tanya orang
tersebut. "Ia di neraka," jawab
beliau. (HR. Muslim)

~ KEDUABELAS: Meninggal Karena
Membela Agama dan
Mempertahankan Jiwa / Membela
Diri

Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wa sallam pernah
bersabda:
"Siapa yang meninggal karena
mempertahankan hartanya maka
ia syahid, siapa yang meninggal
karena membela keluarganya
maka ia syahid, siapa yang
meninggal karena membela
agamanya maka ia syahid, dan
siapa yang meninggal karena
mempertahankan darahnya
maka ia syahid. "(HR. Abu
Dawud, An-Nasa `i, dan At
Tirmidzi dari Sa'id bin Zaid
radhiyallahu 'anhu dan
sanadnya shahih)

Wallahu ta'ala a'lam bish-
shawab.

* 1 penghukuman hadits ini dari
Asy-Syaikh Al-Albani
rahimahullahu dalam kitab yang
sama.
* 2 Satu pendapat menyebutkan
bahwa tha'un adalah luka-luka
seperti
bisul bernanah yang biasa
muncul di siku, ketiak, tangan,
jari-jari dan seluruh tubuh,
disertai dengan bengkak serta
sakit yang sangat. Luka-luka itu
out disertai rasa panas dan
menghitam daerah sekitarnya,
atau hijau ataupun
memerah dengan merah
lembayung (ungu) yang suram.
Penyakit ini membuat jantung
berdebar-debar dan memicu
muntah. (Lihat Al-Minhaj Syarhu
Shahih Muslim, 14/425)

http://www.asysyariah.com

KESALAHAN PENULISAN AMIN DAN SALAM




Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi 

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

HINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!

Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka menggunakan kata ...

''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.

Gunakan sesuai dengan aturannya yuuuk...
Karena arti dari kata tersebut adalah 

Bismillah..

Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.

*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena Organisasi islam menemukan bahwa Mosque adalah nyamuk.

*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA adalah rumah anggur/bir.

*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.

*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI aRtinya for judas Jesus Isa al masih.

*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam tetapi Assalammu'alaikum (karena salam adalah doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama sekali),karena Ass artinya (maaf) pantat mu, dan Askum artinya celakalah kamu.

INGAT !!! 
ASS = (maaf)  PANTATMU
ASKUM = CELAKALAH KAMU 

Maka sampaikanlah salam karena itu DOA, minimal Assalamu'alaikum

Semoga bermanfaat

5 Pelanggaran dalam Pacaran, Lebih Baik Ta'aruf




 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah, Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak. `* • Yaa Rabbi • * '¯) Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berpikir sebelum bertindak, santun dalam berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebijaksana Umar bin Khattab, sedermawan Utsman bin Affan, sepintar Ali bin Abi Thalib, sesederhana Bilal, setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum ღ Amiin ya Rabbal'alamin. Pernah kami bahas masalah hukum pacaran. Untuk menguatkan artikel sebelumnya, berikut kami rinci beberapa pelanggaran pacaran dan materi ini .. pelanggaran dalam pacaran adalah: 

1. Melakukan berbagai hal antisipasi zina. 
Padahal segala perantara menuju zina itu dilarang, baik dengan memandang lawan jenis dengan syahwat (nafsu), meraba atau menyentuh, berduaan, apalagi sampai berciuman meskipun hal-hal tersebut tidak sampai zina.Allah Ta'ala berfirman, ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. "(QS. Al Isro ': 32). Kata Asy Syaukani dalam Fathul Qodir, "Jika mendekati zina dengan melakukan berbagai hal sebagai antisipasi zina itu terlarang, maka zina sendiri jelas terlarang. Karena sesuatu itu haram, maka segala perantara menuju sesuatu tersebut jelas haram. Inilah yang dimaksud dalam konteks kalimat. "Syaikh 'Abdurrahman As Sa'di dalam kitab tafsirnya menjelaskan," Larangan dalam ayat ini adalah larangan untuk mendekati zina. Larangan mendekati saja tidak dibolehkan apalagi sampai melakukan zina itu sendiri. Larangan mendekati zina ini meliputi larangan melakukan berbagai antisipasi dan perantara menuju zina. " 

2.Berduaan dengan lawan jenis. 
Ini juga pelanggaran yang tidak bisa dipungkiri.Berduaan bisa jadi berduaan di satu tempat, di kegelapan, atau di tempat sepi, atau bisa jadi berduaan lewat sms-an, telepon atau lebih keren lagi lewat pesan facebook.Banyak kejadian yang berawal dari berduaan seperti ini, di antaranya berhubungan lewat inbox facebook, lalu mengajak ketemuan, lantas ujung-ujungnya terjadilah apa yang terjadi. Berduaan dengan lawan jenis terlarang berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ألا لا يخلون رجل بامرأة لا تحل له, فإن ثالثهما الشيطان, إلا محرم "Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lainnya) 

3. Tidak menundukkan pandangan. 
Dengan lawan jenis kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan jelas terlarang jika dengan syahwat (nafsu). Perintah ini dimaksudkan agar lebih menjaga hati dan agar hati tidak tergoda pada zina.Memandang lawan jenis barulah jadi halal jika melalui hubungan pernikahan atau dibolehkan jika wanita yang dipandang masih mahrom kita. Sisa memandangn lawan jenis, disebutkan dalam hadits Jabir bin 'Abdillah, سألت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - عن نظر الفجاءة فأمرنى أن أصرف بصرى. "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja) .Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku. "(HR. Muslim no. 5770).

 4. Tidak menjaga aurat.Ini pun jelas ada dalam pacaran. 
Karena seringnya berdua-duaan, si pria pun ingin melihat aurat wanita. Si pria ingin melihat indah gemulai rambutnya dan sebagainya yang merupakan aurat. Padahal menutup aurat dengan mengenakan jilbab itu adalah wajib sebagaimana firman Allah Ta'ala, يا أيها النبي قل لأزواجك وبناتك ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما "Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "(QS. Al Ahzab: 59). Melihat aurat wanita barulah dibolehkan jika memang halal sebagai istri, bukan saat pacaran. Kerabatnya saja yang masih mahrom dibolehkan melihat sebatas anggota tubuh yang nampak ketika berwudhu. Lantas kenapa orang yang jauh sampai dibolehkan melihat kehormatan wanita tersebut padahal akad nikah pun belum ada? 

5. Bersentuhan dengan lawan jenis.
 Ini pun pelanggaran yang sering dilakukan oleh yang berpacaran. Baik di kesepian maupun tempat umum, seringnya ingin berjalan bergandengan tangan padahal belum halal. Dari Abdulloh bin 'Amr, "Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat." (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syari'ah )Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda," Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita. "(HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy) Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda, كتب على ابن آدم نصيبه من الزنى مدرك ذلك لا محالة فالعينان زناهما النظر والأذنان زناهما الاستماع واللسان زناه الكلام واليد زناها البطش والرجل زناها الخطا والقلب يهوى ويتمنى ويصدق ذلك الفرج ويكذبه "Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak.Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. "(HR. Muslim no. 6925) Ini baru lima pelanggaran yang kami ungkap dari sisi dalil. Namun masih banyak pelanggaran selain itu yang semuanya berujung pada zina. Awal berpacaran saja penuh kekhawatiran karena seringkali melakukan dosa, ujungnya pun penuh penyesalan. Luqman berkata kepada anaknya, "Wahai anakku. Hati-hatilah dengan zina. Di awal zina, selalu penuh rasa khawatir. Ujung-ujungnya akan penuh penyesalan. (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 10/326) 

So ... stop pacaran! Tempuh jalan yang halal. Cukup ta'aruf (perkenalan dalam waktu singkat) ketika ingin serius nikah, lantas datang ke rumah ortu untuk lamaran, dan langsungkanlah segera pernikahan, jangan tunda-tunda. Lebih cepat, lebih baik!Semoga Allah beri taufik pada para remaja sekalian untuk mengenal ajaran Nabinya dan semoga mereka pun semakin bertakwa dan takut akan siksa-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.